Monday, October 4, 2021

Setan Jempol

    Aku ditugaskan sekolah untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah terpencil dan belum terjangkau listrik, untuk sampai di sana aku harus melewati lembah dengan jalan setapak. Sudah kusurati kepala desanya dan beliau bersedia menerimaku tapi memintaku dengan sangat untuk tidak datang malam hari karena jalan satu-satunya di lembah itu kalau malam hari ada penunggunya dan dijuluki Setan Jempol oleh orang sekitar. Haha aku tertawa, lucu, ah orang desa pikirannya masih polos, masih saja percaya dengan takhayul dan mithos. Justru karena ceritera kepala desa aku jadi ingin buktikan bahwa tidak ada apa-apa di lembah itu, itu cuma dongeng menakut-nakuti saja, apalagi aku seorang mahasiswa yang dituntut harus bernalar, berfikir rasional dan logis menghadapi semua permasalahan! Aku balas lagi surat kepala desa, bahwa aku akan datang malam hari melewati lembah itu dan meminta kepala desa untuk menunggu dan mengumpulkan penduduk di balai desa menyambutku selepas isya sekalian mau memperkenalkan program KKN-ku. 

    Singkatnya aku sudah mendekati lembah yang disebut-sebut itu, semakin aku masuk ke dalam memang semakin angker ditambah suara burung hantu dan lolongan anjing hutan, aku tetap tenang, walau demikian bulu kudukku mulai berdiri, dari depan nampak sesosok makhluk hitam, besarnya kurang lebih 4 kali manusia normal, kepalanya bertanduk ! Ya Tuhan ! ternyata benar adanya setan menakutkan ini, kini aku percaya dongeng itu benar adanya, begitu melihatku dia nampak makin garang dengan gigi-giginya yang bertaring menantang, kemudian dia menjulurkan ibu jari, jempolnya ke arahku. 
    Singkat ceritera aku berhasil melewati lembah itu dan disambut decak kagum oleh penduduk sekitar yang sudah menunggu di balai desa, mereka penasaran bagaimana aku bisa selamat dari keganasan si Setan Jempol, aku mulai membuka bicara "Kepada para hadirin yang terhormat, kami mahasiswa diharuskan berfikir logis dan rasional dalam segala permasalahan, termasuk menghadapi si Setan Jempol itu ! Gampang sekali supaya bisa lolos dari lembah itu cuma pakai logika sederhana, aku kasih saja jari kelingkingku !" Penduduk desa itu pada melongo setelah mendengar penjelasanku. 

 --- TAMAT ---

No comments:

Post a Comment

Cinta Maya

     Udah tahu kan? namaku Hanafi yang selalu gagal dalam asmara di dunia nyata, aku coba mengadu untung di dunia internet, waktu itu aku ba...