Singkatnya aku sudah mendekati lembah yang disebut-sebut itu, semakin aku masuk ke dalam memang semakin angker ditambah suara burung hantu dan lolongan anjing hutan, aku tetap tenang, walau demikian bulu kudukku mulai berdiri, dari depan nampak sesosok makhluk hitam, besarnya kurang lebih 4 kali manusia normal, kepalanya bertanduk ! Ya Tuhan ! ternyata benar adanya setan menakutkan ini, kini aku percaya dongeng itu benar adanya, begitu melihatku dia nampak makin garang dengan gigi-giginya yang bertaring menantang, kemudian dia menjulurkan ibu jari, jempolnya ke arahku.
Singkat ceritera aku berhasil melewati lembah itu dan disambut decak kagum oleh penduduk sekitar yang sudah menunggu di balai desa, mereka penasaran bagaimana aku bisa selamat dari keganasan si Setan Jempol, aku mulai membuka bicara "Kepada para hadirin yang terhormat, kami mahasiswa diharuskan berfikir logis dan rasional dalam segala permasalahan, termasuk menghadapi si Setan Jempol itu ! Gampang sekali supaya bisa lolos dari lembah itu cuma pakai logika sederhana, aku kasih saja jari kelingkingku !"
Penduduk desa itu pada melongo setelah mendengar penjelasanku.
--- TAMAT ---
No comments:
Post a Comment